Selamat Datang !

Note of

Muhammad Zha'farudin

Live with Technology.

Demonstrasi Bukan Cara Yang Produktif Untuk Membangun Bangsa

Bisa-bisanya mereka menyebut orang yang kontra dengan demo itu orang yang apatis. (Ngguyu jahat) Menurut KBBI apatis itu tindakan yang acuh tak acuh, kurang tertarik, kurang adanya simpati terhadap aspek sosial atau kehidupan fisik.

Mungkin keadaannya lebih seperti orang tua yang tidak tahu apa yang kita kerjakan di depan laptop dan gadget, padahal kita sedang bekerja saat itu. Dianggep kita nganggur, cuma mainan. Tidak men. Dunia sudah berubah dan kemungkinan besar ada gap pengetahuan tentang teknologi antar orang dengan usia sebaya.

Ada beberapa alasan mengapa saya kontra dengan demo, karena lebih condong provokasi ke arah negatif yang cenderung kontraproduktif terhadap pembangunan. Saya yakin ada banyak sekali cara untuk memperbaiki selain cara demonstrasi.

Coba tunjukkan apa yang kamu punyai, entah senyum, bakat, maupun ilmu yang kamu pelajari dan lakukan yang terbaik untuk itu. Hanya dengan melakukan yang terbaik dari apa yang kamu bisa, kamu sudah berkontribusi terhadap pembangunan bangsa. Dengan pendekatan ini, mungkin Indonesia tidak akan kekurangan ilmuwan dan para perintis untuk ikut berlari dalam arus teknologi yang semakin menjadi tsunami. Coba bayangkan indonesia tenang, tak ada yang meributkan usaha yang dilakukan pemerintah, dan semua orang fokus pada pekerjaannya masing-masing, tak ada yang lebih pintar, tak ada yang lebih bodoh. Semua dalam kesetaraan ilmu yang mereka miliki masing masing. Akan menjadi semakin bagus apabila kamu sudah memikirkan untuk membagikan ilmu yang kamu punya.

Apabila pemikiran kita masih menengok pergerakan besar yang dilakukan di zaman dahulu, sudah ketinggalan jaman men. Informasi mengalir berlipat ganda setiap harinya, hal itu bisa digunakan untuk media saling mengingatkan, negara maju di dunia pasti didalamnya terdapat ilmuwan besar dan kontribusinya adalah pemikiran tentang ilmunya masingmasing yang kemudian beberapa orang bisNis memikirkan untuk menjadikan bisnis dibidang pengetahuannya. Untuk menjadi negara maju sekarang dibutuhkan kerja yang luar biasa dari warganya, contoh korea selatan yang sangat tenar mulai dari budaya, hingga teknologinya. Itu karena mereka fokus pada bidang mereka. Padahal kalau coba dibaca sejarahnya, korea sangat kelam di masa lalunya. Tapi ada seorang pemimpin yang kemudian membuat semua warga negara itu bangkit. Bahkan kalau dilihat sekarang, Jepang mulai kalah dengan korea.

Kesimpulan
Intinya, ada banyak jalan yang lebih produktif daripada sekedar demo bila memang niatnya untuk memperbaiki bangsa. Jangan terlalu melihat ke belakang. Biarkan semua yang dibelakang itu terjadi ambil saja pengalaman masa lalu untuk menjadi pertimbangan untuk memutuskan perkara yang sama hari ini agar tidak terjadi kesalahan yang sama lagi.

Bukan berarti orang yang tidak setuju dengan demonstrasi itu apatis. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan bahwa orang punya pendapat masing-masing yang sangat unik dilihat dari pengalaman yang ia kerjakan.

Kita sama di sisi Allah, hanya ketakwaan yang tak terlihat dari sisi manusia yang menjadikan manusia lebih tinggi dihadapan Allah.

Don't judge a person by what he do, just judge yourself by what you do to you.


DISCOVER MORE ►

#UdahCapek Gerakan Mahasiswa UGM Tujuannya Sangat Mendalam

Silahkan mereka punya kepala, tangan dan hati sendiri untuk menghadapi persoalan yang ada. Kalo udah capek ya tidur aja, simpel. Tapi mereka udah capek tapi tetep naik sepeda bersama dan mengunjungi kebun binatang. Pertama melihatnya, pendapat saya sangat kontra dengan gerakan tersebut. tapi hal ini aku lihat jadi semacam viral di sosial media yang ada di Indonesia. Banyak tanggapan pro kontra tentang gerakan ini.

Kalau dilihat dari cara aksi ini dilaksanakan, benar terlihat ...anti mainstream. Kalau saya sebelumnya jujur kurang setuju dengan aksi seperti itu karena kebanyakan aksinya mengganggu ketertiban umum, merusak infrastrultur yg ada, sehingga seperti tak menggunakan otak. Tapi kalau dilihat dari sisi lain udah capeknya mereka itu aku menganggapnya cukup kreatif dan cukup mengingatkan kita, caranya dilakukan dengan membawa sepeda onthel sambil berolahraga menuju ke kebun binatang.

Ke kebun binatang? Wah ini bukan aksi yang main2 kalo aku melihatnya, dengan tanggapan orang awam, pasti kelihatan bahwa mereka sudah stres. Dengan yang anti mainstream seperti ini nilai jual sebuah berita itu akan semakin tinggi, apa artinya? penyebaran informasi seperti ini akan cepet menyebar seperti virus dibanding dengan aksi lain yang mainstream. Mereka gak merusak infrastruktur yang ada kok, mereka mencoba mengingatkan bahwa lingkungan kita perlu dijaga, badan kita (dengan olah raga sepeda) maupun berkunjung ke kebun binatang. Mereka mencoba mengingatkan kita bahwa tak hanya manusia yang harus diatur. Kita diajak untuk melihat lingkungan. Karena manusia diciptakan pula untuk mengatur dan memelihara kenikmatan yang diberikanNya berupa tumbuhan, hewan hewan, dan tubuh kita sendiri ini, Meen!

Keren banget sih yang dilakukan mereka, memunculkan gebrakan yang tidak memaksa mengeluarkan suara besar2, tapi mereka berusaha mengingatkan kita banyak hal. Mungkin mas mas dan mbak yang ada di sana sekarang sedang agak sensitif, jadi pendapat mereka tentang acara yang mereka lakukan sendiri, penjelasannya muter-muter. Mungkin ini penjelasan yang mungkin apa yang diharapkan mereka dalam aksi yang anti mainstream itu. Asalkan gerakannya tak kontraproduktif sih pasti hati manusia akan menerimanya dengan senang hati. smile emoticon

DISCOVER MORE ►

Kita Gak Boleh Bangga dengan Kekayaan Indonesia

"Indonesia memang memilki banyak budaya, sumber daya, adat, bahasa, dsb."

Ucapan itu tidak hanya muncul dari masyarakat kita, bahkan orang luar negeri pun ada yang tergila-gila dengan pesona keberagaman yang kita miliki. Saat ada berita dari media luar negeri yang menyebutkan nama Indonesia tentang sesuatu yang terlihat membanggakan, malah menjadi koar-koar bangga yang gak jelas. Asalkan dari media luar negeri aja, pasti udah bilang, "Wah Kereeen... masuk majalah For*es". Hey man, kita harusnya gak boleh bangga dengan pujian orang luar seperti itu. Bisa jadi pujian yang terlihat membanggakan Indonesia itu adalah bagian dari strategi orang luar agar masyarakat terhanyut dalam kebanggaan saja, mencegah perkembangan Indonesia. Di era modern seperti ini strategi itu sangat mungkin terjadi. #Realistis #UbahPikiran #PutarOtak

Sudahkah kita merdeka?
Berbagai gerakan yang telah pahlawan-pahlawan kita perjuangkan untuk merebut kemerdekaan dan kemerdekaan yang benar-benar merdeka. Hingga terbentuknya sebuah gerakan Non-blok. Apa sih artinya gerakan non-blok pada zaman seperti ini? Zaman dimana anak kecil umur 3 tahun sudah pandai menggunakan smartphone, bermain sosial media mungkin. Kita semua terhubung dengan namanya Internet semua bebas berpendapat.

Kalo kita perhatikan mengapa orang-orang pendahulu kita sampai berani menciptakan gerakan sendiri dengan nama gerakan Non-blok adalah karena kesatuan dari bangsa yang terjajah. Kita (baca: negara-negara jajahan) ingin merdeka, se-merdeka merdekanya, tanpa ada ketergantungan dari penguasaan negara lain. OK, mungkin gerakan non-blok kita ampuh pada masa itu untuk menggabungkan semua kekuatan negara-negara terjajah. Namun, dunia kita sekarang sudah berbeda, Men! Kita sudah masuk abad ke - 21!

Perhatikanlah sekarang dunia berinteraksi. Kita yang hidup pada zaman ini, tak merasakan penjajahan fisik yang terjadi beberapa abad yang lalu. Kita lahir di Zaman Penjajahan dimana OTAK yang menjadi SENJATAnya. Informasi dengan hebatnya seperti virus menyebar dengan sangat cepat. Teknologi membawa perubahan bentuk penjajahan, Men! Kamu harus tahu itu!

Pertanyaan,"Sudahkan kita merdeka?" apa yang bisa kamu jawab sebagai masyarakat Indonesia? Jawabannya tentu pendapat kalian beragam. But, aku menjawab kita sama sekali tidak merdeka jelas-jelas kita terjajah!
Mau buktinya? Karena aku orang yang awam masalah politik dan masyarakatnya, aku coba membuktikan dengan logika yang sangat  awam.

Bagaimana harga sebuah mata uang bisa bergantung dengan suatu standar uang negara lain?
Sadar gak sih kamu masih dijajah sama AS? Rupiah naik, rupiah turun, itu gegara terdapat standar yang menyebabkan negara yang dijadikan standar itu menjadi pengendali semua negara di dunia. Apa artinya itu? Kita gak merdeka! Jika kita merdeka, maka kegiatan ekonomi kita itu tidak akan pernah bergantung dari negara ini itu. AS menggunakan Senjata Otak untuk membentuk sistem yang seperti ini. Kemudian kamu hari gini mau turun ke jalan menuliskan hestek #UdahCapek dengan menyalahkan atasan paling atas dari sebuah negara? Gak salah sih, tapi yang penting kamu yang harus tahu permasalahannya yang benar-benar menyelesaikan. Lalu setelah #UdahCapek tidur aja kan, ngapain ke jalan? Terus setelah turun ke jalan lalu kamu pengen orang-orang kasihan sama kamu terus tiba-tiba negara ini berubah menjadi damai, tentram dan sejahtera? Meen, yuk ubah pola pikir miskin kita!
Itu salah satu contoh yang sangat nyata, dan masih banyak contoh yang lain yang gak bisa disebutin satu-satu.

Kita Gak Boleh Bangga dengan...
Dengan statistik data pengguna Facebook nomor 3 di dunia, termasuk pengguna Twitter yang terbesar di dunia, Pengguna Line yang besar di dunia, dll

Hey, Look Kita jadi Trend Pengguna! Konsumen!
Apa yang terjadi sebetulnya adalah mereka negara - yang masyarakatnya senang membuat dan memiliki niat yang besar dan memang dipersiapkan niatnya untuk berkembang menjadi USAHA yang SANGAT BESAR - sedang mengendus kita. Jangan sampai kita menjadi mangsa berikutnya dari perusahaan luar negeri. Mulai lihatlah karya anak bangsa kita, dukunglah mereka mengembangkan ide luar biasa mereka.

Mungkin beberapa waktu kedepan saya ingin menulis mengapa kita susah mengejar ketertinggalan dibidang teknologi, khususnya hardware maupun mesin. Tapi sebenanya yang ingin saya sampaikan di sini adalah Indonesia telah siap dan bisa Mengejar ketertinggalan di bidang Teknologi Software dan Bisnis yang modern. Saya mengatakan Teknologi Software dan Bisnis Modern. Kita bisa berjaya di ranah tersebut Meen! Yakin banget malahan aku.

Gini, kalau teknologi lain, misal kimia, industri, fisika, hardware, itu diciptakan menggunakan sebuah sumber daya yang mungkin susah ditemukan secara langsung di Indonesia. Kebanyakan untuk menjadikan teknologi-teknologi itu dibutuhkan bahan baku yang sudah diolah sebelumnya. Bisa saja sumberdaya utamanya dari indonesia misal mineral besi tapi diolah di negara lain untuk dijadikan kerangka mobil, velg, dll. kemudian kita butuh membeli bahan baku tersebut dari negara lain dan tentu dengan harga yang jauh lebih mahal. Masalahnya di Indonesia saat ini masih sangat kekurangan sumber daya manusia yang mampu mengolah sendiri sumber daya kita untuk dijadikan bahan-bahan baku, sehingga susah juga untuk mengejar ketertinggalan kita di bidang teknologi-teknologi tersebut.

But WAIT, Jangan Pesimis!
Perusahaan berbasis Teknologi Digital dan Software sekarang sedang booming di abad 21. Lihat lah orang terkaya di dunia, basis bisnisnya dibidanga apa ? "Software!!!!". So, sangat terbuka sekali kesempatan kita sebagai calon ilmuwan komputer Indonesia untuk mengembangkan teknologi software  dan Bisnis Modern di Indonesia. Apa yang membuat saya optimis dengan semua itu?

Coba kita lihat perbedaan mendasar dari teknologi diatas dibanding teknologi yang bergerak dibidang software. Teknologi-teknologi lain membutuhkan bahan banku yang sangat banyak dan susah di dapatkan di Indonesia sendiri. Sedangkan software, hanya membutuhkan senjata Otak untuk bisa menghasilkan teknologi baru. Mungkin penjelasan tentang kesiapan mental kita untuk menghadapi peluang baru di teknologi digital ini akan saya tulis beberapa waktu kedepan.

Kesimpulan 
Saya pribadi sangat menyayangkan bahwa masyarakat Indonesia harus terus menerus menjadi konsumen negara tetangga. Mengingat jumlah kita itu banyak! Buktinya statistik pengguna fb, Twitter, dll kita bisa menjadi user terbanyak. Bagaimana bila beberapa hari ini akan terjadi semua masyarakat Indonesia yang memakai Facebook mencoba meninggalkan Facebook dan beralih ke media sosial buatan negeri sendiri. Tentu sangat membantu perusahaan rintisan kita menjadi Huge Company. Dengan ini, sebenarnya adalah aksi nyata yang harus dilakukan apabila kamu #UdahCapek dengan negara sendiri.

 

DISCOVER MORE ►

#TheUXChallenge Integrasi Sistem Pendidikan

Kalo kuliah (sekolah formal) bisa mengintegrasikan kesibukan(effort) kita belajar sesuatu menjadi nilai yang setara, pasti sangat efektif menumbuhkan pendidikan yang baik. #TheUXChallenge

Effort itu seperti contohnya kontes. Pertama karena motivasinya lebih tinggi (setidaknya tergiur dengan hadiah yang lumayan), kedua akan lebih mudah menjadikan seseorang Expert di bidang tersebut.

Selama ini sekolah formal seperti tidak nyata. Tujuannya tidak terarah. Mengapa tidak mengkhususkan menjuruskan anak menggeluti bidang yang ia sukai. Tantangan yang harus segera dihadapi tentunya menemukan bakat anak sedini mungkin.

Ilmu pengetahuan sekarang sudah tak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lain. Sistem pendidikan yang membeda-bedakan berdasarkan ilmu secara spesifik sudah expired menurut saya. Karena teknologi evolving the whole process of knowledge.

Mengapa kita tidak membiarkan otak kita berfikir dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kemudian dari situ muncul rasa keingin tahuan tentang suatu hal (yang mungkin bersilangan dengan ilmu lain). Sebagai contoh ketika seorang geek menemukan ide membuat aplikasi mobile tentang pertanian. Apa yang ia butuhkan sekarang adalah pengetahuan tentang dunia pertanian, sangat jauh dengan ilmu yang ia pelajari di depan komputernya.

Selain itu KOLABORASI adalah poin penting dalam meningkatkan produktifitas sistem pendidikan. Pada kasus aplikasi pertanian diatas, seorang geek sangat disarankan untuk memiliki teman seseorang yang telah berpengalaman di dunia pertanian. Lalu ia harus mulai berkolaborasi mencari tahu tantang masalah yang dihadapi, kemudian solve it!

Sistem ini based on goal achievement. Jadi, semangat belajar akan tumbuh ketika kita mulai memahami masalahnya atau dengan kata lain kita mulai tahu tujuan kita, kemudian secara alami, orang akan penasaran bagaimana ia kan mencapai tujuan tersebut. Dilakukanlah proses knowledge gathering untuk menemukan berbagai informasi tentang masalah tersebut dan mencari tahu kemungkinan langkah untuk mengatasinya.

Seperti yang saya katakan diatas, konsep ini sangat cocok untuk mempercepat laju pendidikan, terutama untuk perbaikan sistem di Indonesia.

#TheUXChallenge

DISCOVER MORE ►

Dimana Sisi Keren Mahasiswa Demo?

Aku gak bisa melihat sisi keren dari mahasiswa yang demo menuntut perbaikan ekonomi, pendidikan, dan semua tentang pembangunan negara. Dimana sisi keren mereka jika seperti itu hanya akan seperti pengemis. Mengemis perhatian. Lalu, apa solusi yang mereka berikan? Akankah dengan demo, kemudian pemerintah / institusi yang didemo mendapatkan saran dan kritik yang membangun? Tidak.

Justru yang keren di zaman democrazy ini adalah apabila ada seseorang, dengan pemikiran yang matang tentang masalah yang ada, kemudian mengajak diskusi dengan para penguasa untuk membicarakan solusi yang harus dilakukan. Dengan demikian, tidak seperti demo yang kelihatan menyedihkan. Mereka bak orang yang selalu mengeluh, tanpa berusaha terjun sendiri ke permasalahannya lalu cari jalan keluarnya.

Demokrasi bukan berarti Demonstrasi dimana-mana sah sah saja. Demokrasi adalah kebebasan berpendapat. Tahu kah kalian tentang internet? Ia adalah media untuk semua pendapat bisa menjadi pendorong, pembangkit masyarakat, dan sekaligus dapat menumbangkan identitas seseorang. Secara cepat berita bagus muncul, dengan ombak yang sangat besar pula berita buruk dapat menghantam. Semua hanya karena pendapat.


DISCOVER MORE ►

Trending Posts

logo Ide-Granat

Top