Selamat Datang !

Note of

Muhammad Zha'farudin

Live with Technology.

Sedikit Opini Untuk GEMASTIK 8 di tahun 2015

2015 adalah tahun kedua UGM sebagai tuan rumah dari diselenggarakannya pergelaran IT terbesar yang bergengsi di Indonesia, Gemastik 8. Semua mahasiswa IT yang aktif di perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ternama maupun di pelosok, ikut meramaikan kompetisi yang sangat bergengsi ini.

Satu hal yang mungkin perlu diingat adalah bahwa kompetisi ini bukan dibuat untuk menjadikan sebuah persaingan antar perguruan tinggi di indonesia. Ingat ini adalah pesta IT antar mahasiswa terbesar yang diadakan oleh DIKTI di Indonesia. Satu hal yang mungkin seharusnya terjadi adalah adanya kolaborasi antar perguruan tinggi yang memiliki sarana riset IT yang memadahi.

Sesuatu yang saya kurang setuju dalam peraturan di kompetisi ini adalah jumlah tim yang hanya dibatasi 3 orang. Dengan 3 orang di tim ini diharapkan untuk membuat sebuah aplikasi, ide, program yang cemerlang dan bermanfaat untuk Indonesia. Saya kurang yakin dengan hanya 3 personil dapat benar-benar membuat sebuah aplikasi yang benar-benar menyelesaikan masalah di Indonesia.

Beda dengan apabila bentuk kompetisi ini adalah seperti pengerjaan sebuah proyek besar, jadi jumlah tim mungkin bisa dibatasi lebih besar dari 3, misal 10-12 orang, maka aplikasi yang dapat dibuat, skalanya bisa lebih besar dari kompetisi yang pernah ada sekarang. Harapannya dengan skala yang lebih besar, proyek yang digarap menjadi lebih matang dan bila berhasil, pasti output jawara di kompetisi ini tak tanggung-tanggung untuk mencari inovasi untuk melanjutkannya sebagai sebuah startup.

Ini mungkin hanya sekadar pendapat saya saja. Namun, melihat produk-produk luar biasa yang dihasilkan dari kompetisi yang selama diselenggarakan dengan maksimal 3 orang dalam 1 tim ini, saya kira bisa lebih luar biasa hebat bila dikerjakan dengan jumlah personil yang lebih banyak dan proses riset yang matang.

Akhir kata, mungkin saya hanya melihat ini dari kasat mata awam saja. Namun, yang ingin saya tekankan di sini adalah bagaimana seharusnya sebuah proses untuk membuat kebermanfaatan produk IT di Indonesia untuk masalah yang ada di Indonesia sendiri. Saya hanya  beropini bahwa dengan dikerjakan oleh lebih dari 3 orang, maka persiapan, riset, dan pengembangannya akan sangat mantap, harapannya dari situ akan mewujudkan sebuah produk yang benar-benar menyelesaikan permasalahan di negeri ini.

DISCOVER MORE ►

Computer Science untuk Kebangkitan Indonesia - Part1


Mahakarya Ilmu Komputer

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era ini mengalami pertumbuhan yang sangat cepat. Kebebasan orang untuk mengakses ilmu, melakukan penelitian, lalu membagikannya kepada seluruh dunia menjadi sangat cepat. Internet membuat semua itu terjadi.

Pada masa ini, warga-warga negara yang masih melakukan transaksi-transaksi dengan cara tradisional akan sangat tertinggal. Teknologi membuat orang yang memegang informasi dan menguasainya menjadi seratus, atau mungkin ribuan langkah di depan dalam praktik strategi bisnisnya.

Jika kita telusuri, jalan panjang tentang komputer dan perangkat canggih masa kini telah menginspirasi banyak perusahaan dan industri untuk mengembangkan sebuah proses bisnis yang modern. Muncul berbagai macam gadget seperti smartphone, tablet, notebook, dll.

Kita tengok pula sejarah bagaimana Bill Gates memiliki antusias dan keyakinan besar akan sebuah program yang dibuatnya untuk sebuah mesin komputer. Sebuah pemikiran besar tentang software yang hingga kini menjadikan dunia dan komputer lebih berarti. Windows menjadi sistem operasi dengan developer  softwarenya yang bertebaran di seluruh dunia. Benar, untuk membuat seonggok komputer menjadi sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia untuk mempermudah menyelesaikan pekerjaannya.

Dimana Produk Indonesia?
Berbagai macam gadget dan barang elektronik sudah tidak asing lagi di tangan orang-orang Indonesia. Bahkan Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar untuk gadget di dunia.Hal ini adalah masalah konsumtif. Coba kita lihat vendor-vendor ternama yang paling banyak dicari oleh kebanyakan orang di Indonesia. Vendor milik asing sangat merajalela. Lalu, dimanakah produk Indonesia sebenarnya? Apakah benar-benar ada gadget buatan asli Indonesia?

Orang-orang Indonesia sendiri meragukan pertanyaan yang harusnya menjadi tonjokan keras untuk pemuda untuk berkarya dan berinovasi di bidang ini. Kebanyakan mereka meyakini bahwa gadget produk luar negeri pasti lebih kokoh, kuat, dan tahan lama. Lalu apakah kita tidak sadar dengan kemampuan orang Indonesia yang selalu memenangkan olimpiade tingkat dunia? Sebenarnya Indonesia sangat mampu melakukan gebrakan untuk membangun sebuah teknologi yang tak tertandingi di dunia.

Ini adalah Masalah Gengsi !
Selanjutnya :

DISCOVER MORE ►

Maafkan Aku, Aku Hanya Anak Kecil Yang Tak Tahu Apa-Apa

Mungkin sesuatu yang sangat gegabah dan sangat jahat ketika sms itu datang. Bukan mengenai kau suka atau tidak, tapi mengenai cara ku untuk mengungkapkanya. Tak tahu bagaimana perasaanmu ketika aku tiba-tiba menghilang jauh, sangat jauh di sana. Iya, waktu itu kau adalah salah satu hal yang membuatku tak ingin pergi dari tempatku. Tepat sekali pada waktunya saat kau tak menjalin hubungan lagi dengan orang yang tak aku kenali itu.

Waktu itu keadaan sekitarku mulai memanas. Aku hanya menyadari keluargaku juga memilki permasalahan layaknya kehidupan rumah tangga pada umumnya. Kau tahu perasaan ku saat itu, ketika aku sudah tumbuh dewasa lalu keluarga mengingatkanmu pada masa lalu yang dulu mereka menutupi telinga ku dalam dan mencoba menutupinya agar aku tak tahu. Aku dulu masih kecil, tapi aku tak bisa dibodohi mengenai apa yang terjadi saat itu.

Kau tahu, ketika itu aku masih duduk di bangku SMP. Tak tahu apa yang terjadi, ketika pulang sekolah dengan wajah yang ceria tiba-tiba keadaan rumah aku rasa berbeda. Ketika suara keras bapak dan ibu mengguncang seluruh rumah, kakakku membawaku kamar tidur sambil menutupi telingaku dengan selimut tebal. Sekali lagi aku tak bisa dibodohi dengan cara itu. Tapi iya, aku pura-pura tak tahu apa yang terjadi. Ketika suara keras itu terjadi lagi, aku benar-benar tak tahan mendengarnya. Apa yang aku lakukan adalah mengurung diri di kamar sambil tak sadar meneteskan air mata. Aku tak bisa membayangkan bila keluarga ini akan hancur.

Sampai suatu saat ibu dengan wajah sedihnya sedang memotong sayuran untuk dimasak, aku mencoba mendekatinya dan seperti biasa aku bertindak seperti anak kecil yang tak tahu apa-apa. Sampai waktu itu ibu bertanya padaku bagaimana jika bapak dan ibumu ini berpisah. "Emoooh" jawabku dengan nada anak-anak itu. Lalu ibu memelukku, sambil menasihatiku untuk belajar yang giat dan jadi anak yang baik. Kau tahu, bagaimana rasanya anak kecil yang tahu bahwa keluarganya diambang kehancuran seperti itu? Setiap kali aku selalu berdoa agar keluargaku masih tetap utuh.

Sampai beberapa saat kemudian keadaan sempat mereda. Bapak yang sebelumnya tak pernah mengaji, hingga sekarang setiap pagi selalu membaca ayat suci Al-Qur'an. Walau sempat beberapa waktu juga kejadian itu kembali terjadi. Tapi setidaknya aku bisa sedikit bernafas lega. Mungkin itu adalah salah satu sebab mengapa aku memutuskan untuk sekolah di luar kota. Aku cenderung untuk melarikan diri dari kenyataan sambil mendoakan mereka dari jauh. Karena aku sangat ketakutan ketika suara keras itu terjadi.

Pada saat liburan kelulusan SMA, itu adalah saat yang sangat sulit. Banyak hal yang menimpa keluargaku. Ketika 5 tahun masalah itu redup, sepertinya kerasnya Bapak dan Ibu tetap menjadi bagian dari hidupku. Mungkin itulah yang membuatku membulatkan keputusan untuk bersekolah jauh di sana.

Kau sekarang boleh menuduhku yang salah dalam caraku untuk bertindak. Maafkan aku karena aku telah bertemu denganmu. Dulu ketika pertama kali aku mengenalmu, saat itu tak sadar bahwa kau telah ada yang memiliki. Dan semua itu menjadi bagian dari hidupku. Aku menganggapnya bodoh. Atau apakah benar aku ini memang bodoh?

Mungkin aku telah salah mencintai seseorang selama ini. Yang jelas aku pernah bertemu denganmu. Kau tahu rasanya saat kau tiba-tiba sms dengan mengganti nomor hp mu, lalu kau menceritakan apa yang terjadi. Aku diantara rasa senang dan sedih. Aku bahkan tak tahu apakah aku harus senang atau harus sedih. Yang jelas waktu itu aku tak ingin kau terlalu lama bersedih. Ya, terimakasih telah menjadi sahabat chatting dan sms selama beberapa bulan hingga aku benar-benar jauh dari tempat itu.

Lalu aku sangat bersyukur, masih bertemu pada malam itu, buka bersama. Kau memutuskan untuk berjilbab. Aku sangat kagum melihatmu saat itu dengan jilbab warna merah jambu dan kau tersenyum pada kawan-kawan. Sampai aku tak berani melihatmu dengan sedekat itu saat berjabat tangan denganmu. Benar, aku sekarang seharusnya sudah dewasa. Wajar bila kau campakan ketika aku hanya berani mengungkapkannya melalui pesan singkat.

Jahatnya aku saat aku dengan egoisnya meninggalkan rumah sangat jauh, lalu aku muncul dengan pesan singkat yang sangat aneh itu. Jika menjadi kau, aku juga pasti tak akan menjawabnya. Aku sangat aneh ya? Mungkin kau merasakan itu sejak awal kan? Ya, itu aku dengan pendirian yang mudah tergoyah.

Setidaknya aku hanya bisa berharap kau baik-baik saja di sana. Begitu pula sebaliknya aku akan menjaga diriku sebaik-baiknya jauh dari sana. Aku tak akan membuat hidup ini sulit. Aku akan menghadapinya. Sudah saatnya aku memutuskan apa yang baik bagiku kan? Terima kasih.

DISCOVER MORE ►

User Experience, Prospektus di Masa Depan

Membungkus suatu produk yang bagus, bukan berarti kovernya bagus. Secara sistem bagus belum berarti bagus untuk benar-benar diterapkan. Coba berpikir untuk apa kita membuuat sesuatu itu? Untuk siapa?
Setidaknya target yang spesifik pula yang akan mengenalkanmu pada dunia.

Target Penggunamu Butuh Apa ?
Sekarang coba kalian bayangkan, apabila smartpon yang canggih yang kaliam miliki itu, tidak memiliki TOMBOL ON/OFF. Apakah kalian mau menggunakannya dengan berulangkali mencopot-memasang baterai bila ingin menghidupkan atu mematikan smartpon anda? Tentu tidak efisien bila ingin diterapkan di masyarakat.

Kedua, sekarang adalah era informasi. Sekarang yang dibutuhkan oleh orang-orng adalah informasi. Bagi yang belu tahu, informasi itu adalah data yang telah diolah. Bukan data mentahan. Disini penyajian informasi sangat penting. Muncul lah trend UX, semua orag berbicara tentang experience. Sebenarnya ini bukanlah ilmu/trend baru di dunia teknologi masa kini. Saya berpendapat bahwa munculnya UX adalah buah dari para pemerhati seni yang perhatian juga terhadap teknologi.

Seni mulai diakui sebagai pemicu disukainya sebuah teknologi. Coba kita telaah lebih jauh tentang seni. Tujuan seni adalah menyampaikan pesan melalui keindahannya. Keindahan dalam seni pun relatif, bahkan lukisan abstrak pun adalah bentuk seni. Ketersampaian pesan tentunya menjadi poin penting dalam tingginya nilai seni.

Jika kita lihat trend sekarang dan beberapa masa kedepan, orang-orang mulai ingin menyampaikan pesannya dan didengarkan tanpa memandang gender, status,dll. Coba perhatikan! Munculnya teknologi masa kini, di era informasi adalah untuk memenuhi kebutuhan ketersampaian pesan. Apakah sebenarnya maksud pesan di sini? Ya, Informasi adalah kandungan dari suatu pesan.

Membungkus dan menyajikan informasi inilah yang akhirnya melahirkan trend UX. Bahkan sebelumnya orang hanya memandang sebelah mata tentang sebuah desain, pada akhirnya desain pun mulai diakui keberadaannya. Dengan sedikit perubahan brand menjadi "Design Thinking", orang-orang di US langsung hangat membicarakn tentang ini. Tak tanggung-tanggung di pergelaran Google I/O - tempat bertemunya para developer dari seluruh dunia- Google mempresentasikan UX dengan didukung oleh berbagai ahli dari kawasan teknis hardware, software maupun segi desain produk secara keseluruhan. Perhatikan, demi mewujudkan produk-produknya yang menyentuh semua orang, Google terlihat mulai sangat intense dengan riset tantang pengalaman pengguna ini.


DISCOVER MORE ►

Benar Kata Bapak, Mungkin Aku Telah Meremehkan

24 SKS ini akhirnya sampai pada masa UTS. Sudah 2 minggu berjalan ini UTS berlangsung. Buku-buku dan kertas-kertas bertebaran di kamar sudah menjadi hal yang biasa pada era ini. Kau tahu, buku-buku tebal menyambutmu ketika ujian akn berlangsung. Tak seperti masa SMA yang menghabiskan 1 buku paket untuk 2 semester, itu pun hanya beberapa mata pelajaran saja. Bahan kuliah itu biasanya satu buku tebal berbahasa inggris bahkan lebih hanya untuk satu

Kondisi kamar era UTS berlangsung

#Aku Sadar
Aku terlalu meremehkan beberapa mata kuliah yang aku anggap sedikit enteng. Akhirnya saat UTS yang telah berlangsung, aku berkeringat dingin, tak tahu bagaimana menjawabnya. Ya, mungkin aku memang banyak meremehkan beberapa pelajaran mulai dari SMA. Dulu saat aku tinggal bersama kedua orang tua, mendapatkan nilai yang kurang sedikit saja aku sudah diperingatkan oleh Bapak. Aku sangat ingat sekali karena Bapak sering memperingatkanku untuk tidak meremehkan pelajaran. Hal yang demikian ternyata baru aku sadari tidak aku dapat di SMA karena aku memutuskan bersekolah di luar daerah.

Melihat perkembangan prestasi akademik ku di SMA memang terlihat jelas grafik yang cenderung turun. Aku pikir mungkin aku sudah berani berani melihat keluar. Aku menemukan sahabat baru yang bernama internet, aku menemukan pengetahuan yang membuatku seolah-olah sadar diriku sebenarnya. Dan sampai akhir akhir ini memang aku kurang memiliki rasa kepercayaan kepada dosen dan kuliah yang diberikan. Entah mengapa aku merasa selalu kurang dan tidak begitu sependapat dengan beberapa dosen yang ada.

Ini yang aku sesalkan. Aku sangat ketinggalan jauh masalah matematika sejak SMA. Sejak guru yang sekaligus wali kelas XI IPA 5 menjadi guru matematika ku, sepertinya aku sudah kehilangan rasa kepercayaan kepada Ibu Guru itu. Ah, aib rasanya melempar-lemparkan kesalahanku sendiri kepada guru yang seharusnya aku hormati. Namun, benar aku hanya merasa sejak itulah aku mulai bosan dan kesulitan dalam matematika hingga aku lulus SMA.

#Akibatnya
Aku sekarang kuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dimana kekuatan matematika adalah senjata utama untuk bisa survive di sini. Apalagi Computer Science yang diandalkan adalah kekuatan berpikir dan logikanya. Kemampuan matematika adalah hal utama di sini. Akibatnya karena aku merasa tertinggal mulai SMA, aku sangat kedodoran untuk mengikuti mata kuliah yang sebenarnya sangat menarik untuk dipelajari. Ngenesnya setiap bertambah semester, pasti akan semakin kompleks penerapan matematikanya. Aku tidak tahu apakah ini sudah terlambat atau tidak bila aku ingin mempelajari benar-benar fondasi matematika ini.

#Khawatir
Tadi siang adalah UTS Matematika Diskrit II, aku seperti menyesal tidak berlatih giat untuk  menguasainya. Setelah mengumpulkan jawaban kepada pengawas, aku langsung beranjak pergi. Sepertinya aku butuh ketenangan dalam situasi ini. Padahal, sejak awal semester 2 ini aku sudah merencanakan dan menargetkan untuk memfokuskan diri ke matematika. Sampai saat ini aku mengerti bahwa aku masih belum mengetahui apa-apa. Setidaknya aku sekarang menjadi bersyukur karena Allah telah memperingatkanku di sini.

Aku bahkan sangat khawatir bila matematika adalah makanan yang wajib di konsumsi untuk kemenangan di tahun-tahun ke depan di kehidupan dunia. Aku jadi berpikiran terbalik dari tulisan yang aku tulis sebelumnya tentang mengembangkan skill lainnya itu. Aku sekarang terpikir bahwa aku harus fokus untuk menerima kuliah di sini. Jika ingin jadi programmer biasa, aku rasa aku akan rugi sekolah tinggi di sini.

Tak berakhir sampai di sini, karena aku sudah terlambat, artinya aku harus mengejarnya. Mengejar dengan usaha dan mengingat pula kehidupan setelah dunia.

DISCOVER MORE ►

Trending Posts

logo Ide-Granat

Top