Selamat Datang !

Note of

Muhammad Zha'farudin

Live with Technology.

User Experience, Prospektus di Masa Depan

Membungkus suatu produk yang bagus, bukan berarti kovernya bagus. Secara sistem bagus belum berarti bagus untuk benar-benar diterapkan. Coba berpikir untuk apa kita membuuat sesuatu itu? Untuk siapa?
Setidaknya target yang spesifik pula yang akan mengenalkanmu pada dunia.

Target Penggunamu Butuh Apa ?
Sekarang coba kalian bayangkan, apabila smartpon yang canggih yang kaliam miliki itu, tidak memiliki TOMBOL ON/OFF. Apakah kalian mau menggunakannya dengan berulangkali mencopot-memasang baterai bila ingin menghidupkan atu mematikan smartpon anda? Tentu tidak efisien bila ingin diterapkan di masyarakat.

Kedua, sekarang adalah era informasi. Sekarang yang dibutuhkan oleh orang-orng adalah informasi. Bagi yang belu tahu, informasi itu adalah data yang telah diolah. Bukan data mentahan. Disini penyajian informasi sangat penting. Muncul lah trend UX, semua orag berbicara tentang experience. Sebenarnya ini bukanlah ilmu/trend baru di dunia teknologi masa kini. Saya berpendapat bahwa munculnya UX adalah buah dari para pemerhati seni yang perhatian juga terhadap teknologi.

Seni mulai diakui sebagai pemicu disukainya sebuah teknologi. Coba kita telaah lebih jauh tentang seni. Tujuan seni adalah menyampaikan pesan melalui keindahannya. Keindahan dalam seni pun relatif, bahkan lukisan abstrak pun adalah bentuk seni. Ketersampaian pesan tentunya menjadi poin penting dalam tingginya nilai seni.

Jika kita lihat trend sekarang dan beberapa masa kedepan, orang-orang mulai ingin menyampaikan pesannya dan didengarkan tanpa memandang gender, status,dll. Coba perhatikan! Munculnya teknologi masa kini, di era informasi adalah untuk memenuhi kebutuhan ketersampaian pesan. Apakah sebenarnya maksud pesan di sini? Ya, Informasi adalah kandungan dari suatu pesan.

Membungkus dan menyajikan informasi inilah yang akhirnya melahirkan trend UX. Bahkan sebelumnya orang hanya memandang sebelah mata tentang sebuah desain, pada akhirnya desain pun mulai diakui keberadaannya. Dengan sedikit perubahan brand menjadi "Design Thinking", orang-orang di US langsung hangat membicarakn tentang ini. Tak tanggung-tanggung di pergelaran Google I/O - tempat bertemunya para developer dari seluruh dunia- Google mempresentasikan UX dengan didukung oleh berbagai ahli dari kawasan teknis hardware, software maupun segi desain produk secara keseluruhan. Perhatikan, demi mewujudkan produk-produknya yang menyentuh semua orang, Google terlihat mulai sangat intense dengan riset tantang pengalaman pengguna ini.


DISCOVER MORE ►

Benar Kata Bapak, Mungkin Aku Telah Meremehkan

24 SKS ini akhirnya sampai pada masa UTS. Sudah 2 minggu berjalan ini UTS berlangsung. Buku-buku dan kertas-kertas bertebaran di kamar sudah menjadi hal yang biasa pada era ini. Kau tahu, buku-buku tebal menyambutmu ketika ujian akn berlangsung. Tak seperti masa SMA yang menghabiskan 1 buku paket untuk 2 semester, itu pun hanya beberapa mata pelajaran saja. Bahan kuliah itu biasanya satu buku tebal berbahasa inggris bahkan lebih hanya untuk satu

Kondisi kamar era UTS berlangsung

#Aku Sadar
Aku terlalu meremehkan beberapa mata kuliah yang aku anggap sedikit enteng. Akhirnya saat UTS yang telah berlangsung, aku berkeringat dingin, tak tahu bagaimana menjawabnya. Ya, mungkin aku memang banyak meremehkan beberapa pelajaran mulai dari SMA. Dulu saat aku tinggal bersama kedua orang tua, mendapatkan nilai yang kurang sedikit saja aku sudah diperingatkan oleh Bapak. Aku sangat ingat sekali karena Bapak sering memperingatkanku untuk tidak meremehkan pelajaran. Hal yang demikian ternyata baru aku sadari tidak aku dapat di SMA karena aku memutuskan bersekolah di luar daerah.

Melihat perkembangan prestasi akademik ku di SMA memang terlihat jelas grafik yang cenderung turun. Aku pikir mungkin aku sudah berani berani melihat keluar. Aku menemukan sahabat baru yang bernama internet, aku menemukan pengetahuan yang membuatku seolah-olah sadar diriku sebenarnya. Dan sampai akhir akhir ini memang aku kurang memiliki rasa kepercayaan kepada dosen dan kuliah yang diberikan. Entah mengapa aku merasa selalu kurang dan tidak begitu sependapat dengan beberapa dosen yang ada.

Ini yang aku sesalkan. Aku sangat ketinggalan jauh masalah matematika sejak SMA. Sejak guru yang sekaligus wali kelas XI IPA 5 menjadi guru matematika ku, sepertinya aku sudah kehilangan rasa kepercayaan kepada Ibu Guru itu. Ah, aib rasanya melempar-lemparkan kesalahanku sendiri kepada guru yang seharusnya aku hormati. Namun, benar aku hanya merasa sejak itulah aku mulai bosan dan kesulitan dalam matematika hingga aku lulus SMA.

#Akibatnya
Aku sekarang kuliah di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dimana kekuatan matematika adalah senjata utama untuk bisa survive di sini. Apalagi Computer Science yang diandalkan adalah kekuatan berpikir dan logikanya. Kemampuan matematika adalah hal utama di sini. Akibatnya karena aku merasa tertinggal mulai SMA, aku sangat kedodoran untuk mengikuti mata kuliah yang sebenarnya sangat menarik untuk dipelajari. Ngenesnya setiap bertambah semester, pasti akan semakin kompleks penerapan matematikanya. Aku tidak tahu apakah ini sudah terlambat atau tidak bila aku ingin mempelajari benar-benar fondasi matematika ini.

#Khawatir
Tadi siang adalah UTS Matematika Diskrit II, aku seperti menyesal tidak berlatih giat untuk  menguasainya. Setelah mengumpulkan jawaban kepada pengawas, aku langsung beranjak pergi. Sepertinya aku butuh ketenangan dalam situasi ini. Padahal, sejak awal semester 2 ini aku sudah merencanakan dan menargetkan untuk memfokuskan diri ke matematika. Sampai saat ini aku mengerti bahwa aku masih belum mengetahui apa-apa. Setidaknya aku sekarang menjadi bersyukur karena Allah telah memperingatkanku di sini.

Aku bahkan sangat khawatir bila matematika adalah makanan yang wajib di konsumsi untuk kemenangan di tahun-tahun ke depan di kehidupan dunia. Aku jadi berpikiran terbalik dari tulisan yang aku tulis sebelumnya tentang mengembangkan skill lainnya itu. Aku sekarang terpikir bahwa aku harus fokus untuk menerima kuliah di sini. Jika ingin jadi programmer biasa, aku rasa aku akan rugi sekolah tinggi di sini.

Tak berakhir sampai di sini, karena aku sudah terlambat, artinya aku harus mengejarnya. Mengejar dengan usaha dan mengingat pula kehidupan setelah dunia.

DISCOVER MORE ►

Mengambil SKS Banyak atau Sedikit Tapi Mengikuti Perkembangan Dunia

Rasanya lama sekali aku gak ngupdate blog ini. Kemarin kepikiran untuk aktif ngeblog kembali, akhirnya dengan sedikit merubah template blog ini aku berniat untuk aktif kembali. Tidak untuk media yang alay. Aku rasa kualitas tulisanku masih kurang, jadi aku rasa harus belajar terus untuk menulis.

Kuliah Sudah 1,5 Semester
Tidak menyangka sudah sekitar 6+3 bulan aku kuliah di kota pusat kebudayaan Jawa, Yogyakarta. Bagi yang belum tahu, aku sekarang sedang belajar di Ilmu Komputer UGM. Selama satu semester kemarin, mata kuliah yang ditawarkan masih belum ada yang berbau komputer secara mendalam. Karena Ilmu Komputer UGM berada di Fakultas MIPA, semester 1 masih mempelajari mata kuliah kemipaan, yang terdiri dari matematika kontekstual, kimia kontekstual, konsep fisika, dan tekonologi informasi kontemporer. Walaupun hanya seperti pengantar dan pengenalan dasar-dasar dari jurusan-jurusan yang ada di MIPA, sebenarnya ini tidak seperti ekspektasiku ketika ingin melanjutkan studi di unversitas ini.

Aku hanya seperti ketinggalan dengan dunia luar, sepertinya aku belum merasakan adanya keuntungan mengambil mata kuliah kemipaan ini. Namun, karena ini adalah mata kuliah wajib di semester 1, ya berarti aku harus menjalaninya saja. Selain ada matkul kemipaan, memang ada matkul wajib matematika diskrit 1, aljabar vektor matriks, dan bahasa inggris.

KRS-an Pertama Kali
Semester 1 sudah lalu, waktunya krs-an untuk pertama kali. Alhamdulillah IP pun mencukupi untuk mengambil maksimal sks yaitu 24. Akhirnya saat KRS-an waktu itu di akhir liburan semester 1, aku memutuskan untuk mengambil maksimal sksnya. 17 sks aku mengambil mata kuliah wajib menurut panduan kurikulum, dan sisanya aku mengambil matkul wajib Basis Data dan praktikumnya serta 1 mata kuliah pilihan Informatika Sosial.

Awalnya aku pikir bahwa mengambil maksimal sks agar cepat-cepat menyelesaikan kuliah ini. Kegiatan perkuliahan pun mulai aktif. Ketika awal-awal, banyak mata kuliah yang menarik, hal itu memunculkan rasa penasaran yang tinggi di awal. Aku sangat tertarik dengan basis data, rasanya ingin sekali menyelesaikan buku-buku berbahasa inggris yang tebalnya ratusan hingga ribuan halaman itu. Aku pikir karena sebelumnya, SMA aku sudah mulai belajar MySQL seiringan dengan belajar pemrograman PHP, ini menjadi menarik. Banyak hal yang baru aku pelajari di sini. Sebelumnya aku mendesain database hanya asal-asalan, ternyata ada cara yang lebih terstruktur dan sudah standar untuk mendesain database dan mengoptimalkannya.

3 bulan sudah berlalu, sekarang masa UTS. Akhir-akhir ini sepertinya sangat berat, sedikit banyak kegiatan di luar kuliah yang aku ikuti. Aku mengikuti organisasi OmahTI yang akan mengadakan proyek OLC yang akan berjalan selama 3 bulan ke depan. Selain itu, aku juga diajak untuk mengikuti PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) yang alhamdulillah lolos didanai oleh Dikti tahun 2015. Akhir-akhir ini juga sedang sibuk mempersiapkan untuk monev dari fakultas maupun dari dikti yang akan menentukan PKM kami lolos atau tidak untuk bersaing secara nasional di PIMNAS.

Dilema Kuliah atau Mengembangkan Skill lain yang sedang Nge Trend di IT

Di samping beberapa kesibukan ku itu, seperti biasa aku sangat penasaran dengan perkembangan dunia di bidang IT. Tidak heran lagi bahwa IT adalah dunia yang sangat ketat persaingannya. Perkembangan di bidang ini sangat cepat. Beberapa bulan saja tidak mengikuti perkembangan, banyak inovasi yang terjadi di sana.

Melihat kuliah 1,5 Semester ini, melihat banyak teman yang TA (Titp Absen) hanya masuk jika ada tugas atau UTS dan UAS tapi akhirnya mendapat nilai A. Sebenarnya inilah dilemanya. Di 24 sks ini sangat keteteran dengan mengatur jadwal untuk memperluas skill lain. Sehingga ketika aku penasaran dengan laravel (framework php) dan android, aku sangat sulit fokus untuk memperdalamnya. Skillku akhirnya hanya di awang-awang. Belum terlalu paham.

Aku akhir-akhir ini jadi berpikiran untuk meninggalkan beberapa mata kuliah yang bisa dengan mudah aku handle untuk memperbanyak waktu untuk meningkatkan skill tersebut. Beberapa skill itu sangat trend di IT. Akhir-akhir ini juga sangat penasaran dengan pembahasan tentang Big Data. Sebenarnya aku begini untuk mencari beberapa pengetahuan dan riset yang akan sangat berguna di beberapa tahun mendatang. Karena ini tidak mungkin diajarkan di kuliah.

Ya, semoga semester ini bisa selesai dengan baik, aku hanya ingin menyelesaikannya dengan benar. Aku juga tidak ingin melupakan setiap materi kuliah yang akan saya pelajari. Bismillah semoga sukses. Amiiin.

DISCOVER MORE ►

Eksistensi Eksakta

Jalan-jalan ini menjadi abstraksi menuju mimpi
Setiap bangun terbentuk dari geometri yang sangat menginspirasi
Bentuk dasar mereka sangat kokoh
Aku merindukan sebuah taman hijau di sekitar
Warnanya tertata rapi menyejukkan suasana hati
Aku rindu tempat itu, Tentu bukanlah ruangku

Paradigma sosial mengatakan pekerjaanku
Aku membangun akar,
bukan melebatkan daun
bahkan memasakkan buah
Untuk itu aku membutuhkan tempat yang sesuai
Sesuai rindu itu, bahkan bakteri pun tak akan berkembang dengan tempat yang tak cocok
Ini aku membangun dari akar, menumbuhkan batang
Perlu nutrisi dan lingkungan yang kaya humus
Untuk membangun batang yang kokoh dan melebatkan dedaunan bahkan menghasilkan buahnya sendiri

Aku dan kami dirawat oleh sebuah lembaga tinggi
Tapi mereka lebih memilih memetik hasil buah yang sudah jadi ketimbang merawat batang dan akar yang belum jadi
Daun bahkan mungkin tak bisa memilih batang dan akarnya sendiri

Sekali lagi aku sering melihat persamaan, namun kenyataannya aku melihatnya tak sama
Persamaan itulah yang sebenarnya menumbuhkan batangku
Semakin kuat pikiran tentang persamaan itu maka batang tumbuh menjadi semakin kuat,
Butuh akar yang dalam

Sekali lagi aku merindukan sebuah taman
dengan inspirasi yang membanjiriku ketika aku duduk di situ
Tidak, aku ilmuwan pengurus ribuan akar
bukan teknisi pemanen padi

(Eksistensi Eksakta)
Jogjakarta, 22 Februari 2015

DISCOVER MORE ►

Apa Esensi 3D? Kita Hidup di 7 dimensi !

Ada 7 besaran pokok, berarti kita hidup di Dimensi 7.
Berikut 7 besaran pokok beserta dimensinya :
Panjang [L]
Massa [M]
Waktu [T]
Suhu [Theta]
Kuat Arus Listrik [I]
Jumlah zat [N]
Intensitas Cahaya [J]

What do you mean with 3D ?

In the broadest definition of the term, "3D" would describe any object that occurs on a three-axis Cartesian coordinate system. If that sounds a tad technical, fear not—we'll clear it up right away. (http://3d.about.com/…/3d-101-Th…/a/3d-Defined-What-Is-3d.htm)

Apakah yang dimaksud 3D itu adalah PANJANG, LEBAR DAN TINGGI?
Sebentar, panjang, lebar, dan tinggi itu termasuk dalam SATU dimensi Panjang! Yang membedakan antara panjang lebar dan tinggi hanyalah arah mereka saja!!! (Benarkah?)

Lalu, jika menganggap ada 3D karena ada 3 sumbu yang berbeda yaitu misal x, y, dan z. Apakah benar mereka dianggap dimensi yang berbeda? Kalau begitu apa esensi dari dimensi pada besaran pokok di atas????

Jika menganggap 3D sekedar panjang,lebar dan tinggi, saya (dengan segala kebodohan saya) menganggap salah mengenai 3D, seharusnya adalah
"1D yaitu panjang dengan arah besaran ke segala arah."
Anyone please explain this crazy thing.

Because we are evolving these 7 dimensions, we live in 7D. Anyone, silahkan sanggah kebodohan saya ini.

DISCOVER MORE ►

Amazing People

Trending Posts

logo Ide-Granat

Top